Selasa, 15 Mei 2018

Read More ->>

Senin, 16 April 2018

KLASIFIKASI DAN JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

KLASIFIKASI DAN JENIS MEDIA PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN
     Sebelumnya pada kegiatan pembelajaran yang telah Anda lakukan, media pembelajaran apa yang pernah bahkan mungkin sering Anda gunakan? Mungkin akan banyak sekali media yang pernah digunakan, misalnya: untuk pembelajaran bahasa digunakan radio, untuk pembelajaran olah raga digunakan televisi, untuk pembelajaran IPA digunakan media gambar, dan banyak media lainnya. 

     Selanjutnya pada modul ketiga ini akan dijelaskan tentang pengelompokkan atau klasifikasi dan jenis dari media-media tersebut. Hal ini terkait dengan sangat beragamnya media yang dapat dimanfaatkan dan dioptimlakan dalam kegiatan pemeblajaran. Tidak ada media yang tepat untuk semua kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu untuk meningkatkan kemampuan peserta didik itu tidak dapat hanya dihampiri oleh satu media saja melainkan oleh media lain atau bahkan mungkin harus dengan berbagai media.

A. KLASIFIKASI MEDIA PEMBELAJARAN
Media pembelajaran dapat menjadi beberapa klasifikasi tergantung dari sudut mana melihatnya (Wina Sanjaya, 2012:118).
1. Dilihat dari sifatnya, media dapat dibagi ke dalam:
     Media auditif, yaitu media yang hanya dapat didengar saja, atau media yang hanya memiliki unsur suara, seperti radio, tape recorder, kaset, piringan hitam dan rekaman suara 
Media visual yaitu media yang hanya dapat dilihat saja, tidak mengandung unsur suara. Beberapa hal yang termasuk kedalam media ini adalah film slide, foto, transparansi. Lukisan, gambar, dan berbagai bentuk bahan yang dicetak seperti media grafis dan lain sebagainya, 

     Media audio visual, yaitu jenis media yang selain mengandung unsur suara juga mengandung unsur gambar yang dapat dilihat, seperti misalnya rekaman video, berbagai ukuran film,slide suara dan lain sebagainya. Kemampuan media inidianggap lebih baik dan lebih menarik, sebab mengandungkedua unsur jenis media yang pertama dan kedua. 

2. Dilihat dari kemampuan jangkaunnya, media dapat pula dibagi ke dalam:
   Media yang memiliki daya liput luas dan serentak seperti radio dan televisi. Melalui media ini peserta didik dapat mempelajari hal-hal atau kejadian-kejadian yang aktual secara serentak tanpa harus menggunakan ruangan khusus.  Media yang mempunyai daya liput yang terbatas oleh ruang dan waktu seperti film slide, film, video, dan lain sebagainya. 

3. Dilihat dari cara atau teknik pemakainnya, media dapat dibagi kedalam:
   Media yang diproyeksikan seperti film slide, film stripe, transparansi, komputer dan lain sebagainya. Jenis media yang demikian memerlukan alat proyekeksi khusus seperti film proyektor untuk memproyeksikan film slide, overhead projector (OHP) untuk memproyeksikan transparansi, LCD untuk memproyeksikan komputer. Tanpa dukungan alat proyeksi semacam ini, maka media semacam ini akan kurang berfungsi.  Media yang tidak diproyeksikan seperti gambar, foto, lukisan, radio dan lain sebagainya dan berbagai bentuk media grafis lainnya. 

4. Media juga dapat dikelompokkan berdasarkan bentuk dan cara penyajiannya: 
    Kelompok satu: media grafis, bahan cetak dan gambar diam. Media grafis adalah media yang menyampaikan fakta, ide, gagasan melalui penyajian kata-kata, kalimat, angka, simbol, yang termasuk media grafis adalah foto, grafik, diagram, bagan, sketsa, poster, papan flanel, bulletin board. Media bahan cetak adalah media visual yang pembuatannya melalui proses pencetakan, printing atau offset. Beberapa hal yang termasuk media bahan cetak adalah: buku tes, modul, bahan pengajaran terprogram  Gambar diam adalah media visual yang berupa gambar yang dihasilkan melalui proses fotografi, yang termasuk media ini adalah foto. 

   Kelompok kedua: kelompok media proyeksi diam yakni media visual yang diproyeksikan atau media yang memproyeksikan pesan, diman ahasil proyeksinya tidak bergerak atau memiliki sedikit unsur gerakan. Jenis media ini diantaranya: OHP/OHT adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP (overhead Projektor) dan OHT biasanya terbuat dari plastik transparan.  Opaque projector, adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan benda-benda tak tembus pandang, seperti buku, foto. Opaque projector ini tidak memerlukan transpransi tetapi memerlukan penggelapan ruangan. Media slide atau film bingkai adalah media yang diproyeksikan melalui alat yang dinamakan projector slide. Film bingkai ini terbuat dari film posotif yang kemudian diberi bingkai yang terbuat dari karton atau plastik.  Media film stripe, atau film rangkai atau film gelang adalah media visual proyeksi diam yang pada dasarnya sama dengan media silde. 

    Kelompok ketiga: media audio adalah media yang penyampaian pesannya hanya melalui pendengaran. Jenis pesan yang disampaikan berupa kata-kata, sound effect. Beberapa hal yang termasuk media ini adalah radio, media alat perekam pita magnetik/kaset recorder.

      Kelompok keempat: media audio visual diam, adalah media yang penyampaian pesannya diterima oleh pendengaran dan penglihatan namun gambar yang dihasilkannya adalah gambar diam atau memiliki sedikit gerakan. Diantarnya adalah media sound slide, film stripe bersuara.

      Kelompok kelima: film (motion picture) yaitu serangkaian gambar diam yang meluncur serta cepat dan diproyeksikan sehingga memberi kesan hidup dan bergerak. Ada beberapa jenis film, ada film bisu, film bersuara dan film gelang yang ujungnya saling bersambungan dan tidak memerlukan penggelapan ruangan.

      Kelompok keenam: media televisi adalah media yang menyampaikan pesan audiovisual dan gerak. Diantaranya adalah media televisi, televisi terbatas, dan video cassete recorder.

    Kelompok ketujuh: adalah multimedia, merupakan suatu sistem penyampaian dengan menggunakan berbagai jenis bahan belajar yang membentuk suatu unit atau paket. Misalnya modul yang terdiri atas bahan cetak, bahan audio dan bahan audiovisual.

B. JENIS - JENIS MEDIA PEMBELAJARAN
      Setelah dibahas tentang pengklasifikasian media dalam berbagai bentuk, maka berikutnya akan dibahas tentang jenis-jenis media yang digunakan dalam pembelajaran. Dari beberapa pendapat para ahli mengenai pengklasifikasian media yang telah dibahas diatas, maka dapat disimpulkan bahwa jenis dari media pembelajaran itu memiliki beberapa aneka ragam, yang dapat digunakan oleh seorang pendidik sesuai dengan kapasitas media yang dimiliki oleh satuan pendidikan masing-masing dan yang dapat dimanfaatkan sesuai situasi kondisi saat proses pembelajaran.

1. MEDIA GRAFIS
    Grapichs berasal dari kata yunani: graphikos yang berarti melukis atau menggambarkan dengan garis-garis (withic&Schuler). Dalam konteks media pembelajaran, media grafis adalah media yang dapat mengkomunikasikan data dan fakta, gagasan, serta ide-ide melalui gambar, simbol, angka-angka, lambang-lambang, kalimat dan kata-kata. Media grafis berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan (Wina Sajaya, 2012:157). Terdapat berbagai macam jenis media grafis yang dapat dimanfaatkan untuk keperluan pembelajaran,

2. MEDIA BAHAN CETAK
     Media bahan cetak adalah media yang pembuatannya melalui proses pencetakan/printing atau offset. Media bahan cetak ini menyajikan pesannya melalui huruf dan gambar-gambar yang diilustrasikan untuk lebih memperjelas pesan atau informasi yang disajikan (Cepi Riyana, 2012:28).

3. MEDIA PROYEKSI
     OHT (Overhead Transparency) adalah media visual yang diproyeksikan melalui alat proyeksi yang disebut OHP (Overhead Projector). Sedangkan OHP (Overhead Projector) adalah media yang digunakan untuk memproyeksikan program-program transparansi pada sebuah layar. Biasanya alat ini digunakan untuk menggantikan papan tulis (Cepi Riyana, 2012:30).

4. MEDIA PRESENTASI
    Papan tulis merupakan alat bantu yang dapat digunakan sebagai media untuk memperjelas pesan yang hendak disampaikan agar lebih dapat dimengerti oleh penerima pesan. Dewasa ini komputer merupakan alat bantu yang banyak digunakan dalam proses pembelajaran. Mempersentasikan sesuatu
seperti ide/gagasan baru dengan menggunakan komputer dapat lebih menarik dibandingkan dengan alat bantu yang lain. Hal ini disebabkan penggunaan program tertentu dalam komputer dapat menyajikan berbagai tampilan yang lebih lengkap dan menarik.



-TERIMA KASIH DAN SEMOGA BERMANFAAT-
Read More ->>

KONSEP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN

KONSEP DASAR MULTIMEDIA PEMBELAJARAN


PENDAHULUAN
    Sebelumnya pada modul pertama yang sudah Anda pelajari, telah diuraikan mengenai media pendidikan dalam proses pembelajaran. Secara rinci telah dikemukakan bahwa media sangat membantu dalam meningkatkan proses pembelajaran yang pada akhirnya akan berpengaruh terhadap hasil belajar yang dicapai oleh peserta didik. Uraian pada modul pertama tersebut, mudah-mudahan semakin memperluas wawasan khazah intelektual sehingga Anda betul-betul merasakan betapa pentingnya keberadaan media tersebut dalam kegiatan pembelajaran.

A. PENGERTIAN MEDIA DAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
     Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar (Arif Sadiman, dkk, 2012:6). Media dalam arti sempit berarti komponen bahan dan komponen alat dalam sistem pembelajaran. Dalam arti luas media berarti pemanfaatan secara maksimum semua komponen sistem dan sumber belajar di atas untuk mencapai tujuan pembelajaran tertentu (M. Miftah, 2013). 

     Banyak batasan yang diberikan orang tentang media, sampai saat ini dalam dunia pendidikan belum didapatkan arti istilah media secara pasti dan standar. Biasanya orang memebatasi pengertian media dengan menekankan suatu maksud tertentu yang menjadi pokok pembiacaraan, walaupun pada dasarnya ada kesamaan pengertian. Ada beberapa pendapat tentang definisi media sebagai berikut:
1. AECT (Association of Education and Communication Techonology, 1977) mengartikan media media sebagai segala bentuk yang digunakan untuk proses penyalur pesan atau informasi.

2. NEA (National Education Association) dalam Arief Sadiman, dkk (2012) berpendapat bahwa media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya.

3. Robert Hanick, dkk (1986) mendefinisikan media adalah sesuatu yang membawa informasi antara sumber (source) dan penerima (receiver) informasi.

4. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan peserta didik yang dapat merangsang peserta didik untuk belajar.

     Sementara pengertian dari Multimedia diambil dari kata multi dan media. Multi berarti banyak dan media berarti perantara. Multimedia yaitu media yang menggabungkan dua unsur atau lebih media yang terdiri dari teks, grafik, gambar, foto, audio, dan animasi secara terintegrasi. Multimedia secara umum merupakan kombinasi tiga elemen, yaitu suara, gambar dan teks (McCormick 1996). Selanjutnya menurut Turban, dkk (2002) Multimedia adalah kombinasi dari paling sedikit dua media input atau output dari data, media dapat audio (suara, musik), animasi, video, teks, grafik dan gambar.

    Sedangkan, istilah pembelajaran atau pengajaran (ungkapan yang lebih banyak dikenal sebelumnya), adalah upaya untuk membelajarkan pebelajar. Membelajarkan berarti usaha membuat seseorang belajar. Dalam upaya pembelajaran terjadi komunikasi antara pebelajar (siswa) dengan pendidik, pembelajar atau pengajar (ungkapan yang lebih umum digunakan sebelumnya), sehingga proses pembelajaran seperti ini adalah sebagai bagian proses komunikasi antar manusia (dalam hal ini yaitu antara pembelajar dan pebelajar). Meskipun dapat saja terjadi komunikasi langsung antara pebelajar dengan bahan pembelajaran, di sana ada peranan multimedia pembelajaran.


B. FUNGSI DAN MANFAAT MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
   Fungsi utama multimedia pembelajaran adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata atau diciptakan oleh pendidik. Hamalik (1986) dalam Azhar Arsyad (2013:19) mengemukakan bahwa pemakaian multimedia pembelajaran dalam proses belajar mengajar dapat membangkitkan keinginan dan minat yang baru, membangkitkan motivasi dan rangsangan kegiatan belajar dan bahkan membawa pengaruh-pengaruh psikologis terhadap peserta didik. Selanjutnya Ibrahim dalam Azhar Arsyad (2013:20) berpendapat bahwa multimedia pembelajaran membawa dan membangkitkan rasa senang dan gembira bagi peserta didik dan memperbaharui semangat mereka, dan membantu memantapkan pengetahuan pada benak para peserta didik serta menghidupkan pembelajaran.

1. Fungsi komunikatif. Multimedia pembelajaran digunakan untuk memudahkan komunikasi anatara penyampai pesan dan penerima pesan. Kadang-kadang penyampai pesan mengalami kesulitan manakala harus menyampaikan pesan dengan hanya mengandalkan bahasa verbal saja. Demikian juga penerima pesan, seirng mengalami kesulitan dalam menangkap materi yang bersifat abstrak.

2. Fungsi motivasi. Dengan menggunakan multimedia pembelajaran diharapkan peserta didik akan lebit termotivasi dalam belajar. Dengan demikian pengembangan multimedia pembelajaran tidak hanya mengandung unsur artistik saja akan tetapi juga memudahkan meningkatkan gairah peserta didik untuk belajar.

3. Fungsi kebermaknaan. Melalui penggunaan multimedia, pembelajaran akan bermakna, yakni pembelajaran bukan hanya dapat meningkatkan penambahan informasi berupa data dan fakta sebagai pengembangan aspek kogniotif tahap rendah, akan tetapi dapat meningkatkan kemampuan peserta didik untuk menganalisis dan menciptakan sebagai aspek kognitif tahap tinggi.

4. Fungsi penyamaan persepsi. Melalui pemanfaatan multimedia pembelajaran, diharapkan dapat menyamakan presepsi setiap peserta didik, sehingga setiap peserta didik memiliki pandangan yang sama terhadap informasi yang disuguhkan.

5. Fungsi individualitas. Pemanfaatan multimedia pembelajaran berfungsi untuk dapat melayani kebutuhan setiap individu yang memiliki minat dan gaya belajar yang berbeda.

    Berdasarkan uraian tersebut diatas, kita dapat melihat bahwa multimedia pembelajaran mempunyai fungsi sebagai komponen dari suatu sistem pembelajaran. Media merupakan komponen yang sama pentingnya dengan komponen yang lain.

C. PRINSIP - PRINSIP PENGGUNAAN MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
    Terdapat sejumlah prinsip yang harus diperhatikan dalam penggunaan multimedia pada proses pembelajaran (Wina Sanjaya (2012:75). Prinsip-prinsip tersebut diuraikan di bawah ini:
1. Media atau multimedia digunakan dan diarahkan untuk mempermudah peserta didik belajar dalam upaya memahami materi pelajaran. Dengan demikian penggunaan media harus dipandang dari sudut kepentingan peserta didik.

2. Media yang akan digunakan oleh pendidik harus sesuai dan diarahkan untuk mencapai tujuan pembelajaran. Media tidak digunakan sebagai alat hiburan, atau tidak semata-mata dimanfaatkan untuk mempermudah pendidik menyampaikan materi, akan tetapi benar-benar untuk membantu peserta didik belajar sesuai dengan tujuan yang ingin dicapai.

3. Media yang harus diganakan harus sesuai dengan materi pelajaran. Setiap materi pelajaran memiliki kekhasan dan kekompleksan. Media yang akan diguankan harus sesuai dengan kompleksitas materi pelajaran.

4. Media pembelajaran harus sesuai dengan minat, kebutuhan, dan kondisi peserta didik. Peserta didik yang memiliki kemampuan mendengar yang kurang baik, akan memahami pelajaran manakala digunakan media yang bersifat auditif. Demikian pula sebaliknya, peserta didik yang sulit menangkapa bahan pembelajaran yang disajikan melalui media visual.

5. Media yang akan diguankan harus memerhatikan efektivitas dan efesiensi. Media memerlukan peralatan yang mahal belum tentu efektif untuk mencapai tujuan tertentu. Semikian juga media yang sangat murah belum tentu tidak memiliki nilai. Setaip media yang dirancang guru perlu memerhatikan efektivitas penggunaannya.

6. Media yang digunakan harus sesuai dengan kemampuan pendidik dalam mengoprasikannya. Sering media yang kompleks terutama media-media mutakhir seperti media komputer, LCD, dan media elektronik lainnya memerlukan kemampuan khusus dalam mengoprasikannya.

D. CIRI - CIRI MULTIMEDIA PEMBELAJARAN
Untuk mengenali beberapa ciri multimedia pembelajaran Gerlach & Ely (1971) dalam Azhar Arsyad (2013:15) mengemukakan tiga ciri-ciri multimedia pembelajaran yaitu:
1. Ciri Fiksiatif
    Ciri fiksiatif ini memungkinkan multimedia dapat diatur sesuai keinginan pemakai serta kebutuhan, dan tujuan belajar yang ingin dicapai. Multimedia pembelajaran memiliki kemampuan untuk merekam, menyimpan, melestarikan, dan merekonstruksi suatu peristiwa atau objek. Banyak kejadian-kejadian penting atau objekobjek yang harus dipelajari oleh peserta didik. Kejadian-kejadian
itu tentu saja sering kali sudah berlalu, misalnya saja peristiwaperistiwa bersejarah yang terjadi di suatu negara. Peserta didik dapat mepelajari bagaimana peristiwa atau kejadian-kejadian itu melalui rekaman video dokumentasi, dan foto-foto. Objek-objek biotik ataupun abiotik yang unik dan harus dipelajari oleh peserta didik dapat dihadirkan dengan gampang diruang kelas dengan rekaman video atau foto. Peristiwa dan objek-objek pembelajaran dengan demikian dapat dihadirkan setiap waktu jika dikehendaki.

2. Ciri Manipulatif
    Ciri manipulatif ini memungkinkan multimedia dapat dimanipulasikan, misalnya dengan memperlambat atau mempercepat suatu peristiwa. Suatu peristiwa atau kejadian yang berlangsung berhari-hari bahkan bertahun-tahun dapat disajikan dalam waktu beberapa menit saja. Banyak peristiwa atau objek yang sulit diamati secara langsung dengan mudah diamati melalui media pembelajaran berupa rekaman video dan foto. Bayangkan, peserta didik dapat mempelajari bagaimana proses pertumbuhan dan perkembangan embrio di dalam kandungan ibu hanya dalam waktu 10 sampai 15 menit. Proses ini aslinya berlangsung selama 9 bulan di dalam tubuh ibu. Dengan bantuan teknologi khusus dan proses perekaman yang kemudian dilakukan manipulasi, waktu dapat dipersingkat dengan mempercepat dengan hanya menampilkan kejadian-kejadian penting saja. Selain itu, bahkan proses dapat diputar balik dan diulang-ulang. Kejadian yang berlangsung cepat juga dapat diperlambat. Teknologi telah menjadikan media pembelajaran mempunyai peranan yang amat penting untuk memberikan pemahaman akan suatu peristiwa atau objek bagi peserta didik.

3. Ciri Distributif
    Ciri ini memungkinkan multimedia dapat ditransportasikan sehingga keterbatasan ruang dapat diatasi. Dengan penggunaan media pembelajaran, kejadian atau objek pada suatu tempat dapat disebarkan ke tempat lain dengan mudahnya. Misalnya rekaman film dan foto, pada era digital sekarang dengan sangat mudah didistribusikan tanpa terkendala ruang dan waktu. Kejadian di daerah-daerah yang sulit atau bahkan tidak mungkin dikunjungi oleh siswa dapat dihadirkan di ruang kelas mereka tanpa memerlukan banyak usaha keras. Penggunaan internet atau perangkat penyimpan data seperti flashdisk, CD, dan sebagainya memudahkan bahan-bahan pembelajaran tersebut di distribusikan. Konsistensi informasi yang terdapat di dalamnya akan selalu terjaga sebagaimana aslinya.


-TERIMA KASIH DAN SEMOGA BERMANFAAT-
Read More ->>

TEKNIK PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

TEKNIK PEMILIHAN MEDIA PEMBELAJARAN

PENDAHULUAN
     Saat dalam pembelajaran, pernahkah Anda mengalami permasalahan bahwa ternyata media yang Anda gunakan kurang tepat? dalam kata lain hasil belajar peserta didik tidak meningkat, peserta didik tidak tertarik dengan media yang kita sajikan, atau peserta didik malah bingung dan tidak meningkat motivasi belajarnya, padahal kita sudah bekerja keras untuk membuat media tersebut. Atau Anda pernah merasa bingung untuk menentukan media apa yang harus Anda pilih untuk materi pembelajaran yang sudah Anda siapkan?.
   
   Permasalahan tersebut mungkin saja sering dialami pendidik karena banyaknya jenis media pembelajaran atau ingin memilih media pembelajaran yang lebih efisien namun hasilnya memuaskan. Tentu saja permasalahan tersebut tidak akan terjadi apabila Anda memahami bagaimana konsep prosedur dan model yang tepat dalam memilih media pembelajaran. Oleh karena itu, pelajarilah MODUL ini dengan cermat, sehingga media yang anda gunakan benar-benar didasarkan atas prosedur pemilihan yang tepat, sehingga sesuai yang diharapkan.

A. DASAR PERTIMBANGAN DALAM PEMILIHAN MEDIA
     1. ALASAN TEORITIS PEMILIHAN MEDIA
      Anda tentu sudah tahu tentang media pembelajaran, atau sering melihat bagaimana orang lain menggunakan media pembelajaran, bahkan mungkin Anda sering menggunakan media dalam pembelajaran. Memang tepat adanya bahwa media identik dengan pendidik (guru), mengapa demikian? Karena media merupakan salah satu komponen utama dalam pembelajaran selain, tujuan, materi, metode dan evaluasi, maka sudah seharusnya dalam pembelajaran pendidik menggunakan media. Proses pemilihan media menjadi penting karena kedudukan media yang strategis untuk keberhasilan pembelajaran.

      Menurut Cepi Riyana (2012:57) alasan pokok pemilihan media dalam pembelajaran, karena didasari atas konsep pembelajaran sebagai sebuah sistem yang didalamnya terdapat suatu totalitas yang terdiri atas sejumlah komponen yang saling berkaitan untuk mencapai tujuan. Jika kita lihat prosedur pengembangan desain instruksional maka diawali dengan perumusan tujuan instruksional khusus sebagai pengembangan dari tujuan instruksional umum, kemudian dilanjutkan dengan menentukan materi pembelajaran yang menunjang ketercapaian tujuan pembelajaran serta menentukan strategi pembelajaran yang tepat. Upaya untuk mewujudkan tujuan pembelajaran ditunjang oleh media yang sesuai dengan materi, strategi yang digunakan, dan karakteristik peserta didik. Untuk mengetahui hasil belajar, maka selanjutnya guru menentukan evaluasi yang tepat, sesuai tujuan dan materi. Apabila ternyata hasil belajar tidak sesuai dengan harapan dalam kata lain hasil belajar siswa rendah, maka perlu ditelusuri penyebabnya dengan menganalisis setiap komponen, sehingga kita dapat mengetahui faktor penyebabnya dengan lebih objektif.

    Analisis penyebab rendahnya hasil belajar dapat meninjau ketepatan seluruh komponen diantaranya: mungkin keberhasilan ini disebabkan karena rumusan tujuan tidak sesuai dengan row input dan kemampuan awal peserta didik “entery behaviour level”, bisa jadi tujuan yang ditetapkan tidak sesuai dengan tingkat kemampuan peserta didik dalam kata lain terlalu tinggi. Penyebab yang lain bisa dari materi kurang sesuai dengan tujuan, terlalu kompleks, terlalu sulit sehingga tidak dikuasai sepenuhnya oleh peserta didik. Apabila dua komponen telah dianalisis yaitu tujuan dan materi ternyata sudah sesuai selanjutnya perlu dikaji penerapan strategi dan penggunaan media pembelajaran. Strategi bisa jadi tidak tepat, membuat peserta didik tidak aktif, menjenuhkan, membosankan, tidak merangsang peserta didik untuk aktif sehingga berpengaruh terhadap hasil belajarnya. Jika media dan strategi sudah tepat, maka perlu dikaji evaluasi yang digunakan apakah sudah tepat baik bentuknya, jenis, instrumen evaluasi dan prosedur evaluasinya.

2. ALASAN PRAKTIS PEMILIHAN MEDIA
      Alasan praktis berkaitan dengan pertimbangan-pertimbangan dan alasan sipengguna seperti guru, dosen, instruktur mengapa menggunakan media dalam pembelajaran. Terdapat beberapa penyebab orang memilih media, antara lain dijelaskan oleh Arif Sadiman (1996:84) dalam Cepi Riyana (2012:59) sebagai berikut:
1. Demonstration. Dalam hal ini media dapat digunakan sebagai alat untuk mendemonstrasikan sebuah konsep, alat, objek, kegunaan, cara mengoperasikan dan lain-lain.

2. Familiarity. Pengguna media pembelajaran memiliki alasan pribadi mengapa ia menggunakan media, yaitu karena sudah terbiasa menggunakan media tersebut, merasa sudah menguasai media tersebut, jika menggunakan media lain belum tentu bisa dan untuk mempelajarinya membutuhkan waktu, tenaga dan biaya, sehingga secara terus menerus ia menggunakan media yang sama.

3. Clarity. Alasan ketiga ini mengapa guru menggunakan media adalah untuk lebih memperjelas pesan pembelajaran dan memberikan penjelasan yang lebih konkrit.

4. Active Learning. Media dapat berbuat lebih dari yang bisa dilakukan oleh pendidik. Salah satu aspek yang harus diupayakan oleh pendidik dalam pembelajaran adalah peserta didik harus berperan secara aktif baik secara fisik, mental, dan emosional.

B. KRITERIA DALAM MEMILIH MEDIA
     1. KRITERIA UMUM PEMILIHAN MEDIA
      Menurut Cepi Riyana, (2012:69) Ada beberapa kriteria umum yang perlu diperhatikan dalam pemilihan media. Namun demikian secara teoritik bahwa setiap media memiliki kelebihan dan kelemahan yang akan memberikan pengaruh kepada afektifitas program pembelajaran. Sejalan dengan hal ini, pendekatan yang ditempuh adalah mengkaji media sebagai bagian integral dalam proses pendidikan yang kajiannya akan sangat dipengaruhi beberapa kriteria umum sebagai berikut :



KRITERIA PEMILIHAN MEDIA


2. KRITERIA KHUSUS PEMILIHAN MEDIA
    Kriteria khusus dalam memilih media pembelajaran yang tepat dapat kita rumuskan dalam satu kata ACTION, yaitu akronim dari; access, cost, technology, interactivity, organization, dan novelty (Cepi Riyana, 2012:73).

a. Access, Kemudahan akses menjadi pertimbangan pertama dalam memilih media. Apakah media yang kita perlukan itu tersedia, mudah, dan dapat dimanfaatkan oleh peserta didik? Misalnya, kita ingin menggunakan media internet, perlu dipertimbangkan terlebih dahulu apakah ada saluran untuk koneksi ke internet? Akses juga menyangkut aspek kebijakan, misalnya apakah peserta didik diijinkan untuk menggunakannya? Komputer yang terhubung ke internet jangan hanya digunakan untuk kepala sekolah, tapi juga pendidik, dan yang lebih penting untuk peserta didik.

b. Cost, Biaya juga harus dipertimbangkan. Banyak jenis media yang dapat menjadi pilihan kita, pada umumnya media canggih biasanya cenderung mahal. Namun, mahalnya biaya itu harus kita hitung dengan aspek menfaatnya. Semakin banyak yang menggunakan, maka unit cost dari sebuah media akan semakin menurun. Media yang efektif tidak selalu mahal, jika pendidik kreatif dan menguasai betul materi pelajaran maka akan memanfaatkan objek-objek untuk dijadikan sebagai media dengan biaya yang murah namun efektif.

c. Technology, Mungkin saja kita tertarik kepada satu media tertentu. Tapi kita perlu perhatikan apakah teknologinya tersedia dan mudah menggunakannya? Katakanlah kita ingin menggunakan media audio visual dikelas. Perlu kita pertimbangkan, apakah ada listrik, voltase listrik cukup dan sesuai?

d. Interactivity, Media yang baik adalah yang dapat memunculkan komunikasi dua arah atau interaktivitas. Setiap kegiatan pembelajaran yang anda kembangkan tentu saja memerlukan media yang sesuai dengan tujuan pembelajaran tersebut. Jadikan media itu sebagai alat bantu peserta didik dalam beraktivitas, misalnya puzzel untuk anak SD, peserta didik dapat menggunakannya sendiri, menyusun gambar hingga lengkap,

e. Organization, Pertimbangan yang juga penting adalah dukungan organisasi. Misalnya, apakah pimpinan sekolah atau yayasan mendukung? Bagaimana pengorganisasiannya. Apakah disekolah ini tersedia satu unit yang disebut pusat sumber belajar?

C. PROSEDUR/MODEL PEMILIHAN MEDIA
     Prosedur dalam memilih media dilihat dari bentuk dan caracaranya dapat dikelompokkan dalam tiga model, Arif Sadiman (2012:86) mengemukakan tiga model tersebut, yaitu flowchart, matriks dan checklist. Model flowchart menggunakan sistem pengguguran atau eliminasi dalam pengambilan keputusan pemilihan, jika salah satu ber-opsi tidak maka gugur dan berpindah pada langkah selanjutnya. Model matriks menangguhkan proses keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan. Model checklist sama dengan model matriks, yaitu menangguhkan proses keputusan pemilihan sampai semua kriterianya dipertimbangkan. Dilihat dari penggunannya dilapangan, model checklist lebih banyak digunakan sebagai bentuk baku sebagai pedoman dalam pemilihan media. Untuk lebih jelas pemahaman Anda tentang masing-masing model tersebut simaklah contohnya masing-masing.


-TERIMA KASIH DAN SEMOGA BERMANFAAT-
Read More ->>