Senin, 16 April 2018

jenis dan hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran

C. Jenis Media Pembelajaran
Terdapat berbagai jenis media belajar, diantaranya:
  1. Media Visual: grafik, diagram, chart, bagan, poster, kartun, komik
  2. Media Audial: radio, tape recorder, laboratorium bahasa, dan sejenisnya
  3. Projected still media: slide; over head projektor (OHP), in focus dan sejenisnya
  4. Projected motion media: film, televisi, video (VCD, DVD, VTR), komputer dan sejenisnya.
Sejalan dengan perkembangan IPTEK penggunaan media, baik yang bersifat visual, audial, projected still media maupun projected motion media bisa dilakukan secara bersama dan serempak melalui satu alat saja yang disebut Multi Media. Contoh : dewasa ini penggunaan komputer tidak hanya bersifat projected motion media, namun dapat meramu semua jenis media yang bersifat interaktif.
D. Hubungan antara Media dengan Tujuan Pembelajaran
Allen mengemukakan tentang hubungan antara media dengan tujuan pembelajaran, sebagaimana terlihat dalam tabel di bawah ini :
Jenis Media
1
2
3
4
5
6
Gambar Diam
S
T
S
S
R
R
Gambar Hidup
S
T
T
T
S
S
Televisi
S
S
T
S
R
S
Obyek Tiga Dimensi
R
T
R
R
R
R
Rekaman Audio
S
R
R
S
R
S
Programmed Instruction
S
S
S
T
R
S
Demonstrasi
R
S
R
T
S
S
Buku teks tercetak
S
R
S
S
R
S
Keterangan :
R = Rendah S = Sedang T= Tinggi
1 = Belajar Informasi faktual
2 = Belajar pengenalan visual
3 = Belajar prinsip, konsep dan aturan
4 = Prosedur belajar
5= Penyampaian keterampilan persepsi motorik
6 = Mengembangkan sikap, opini dan motivasi
Kriteria yang paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai. Contoh: bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafalkan kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan. Jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang lebih tepat digunakan. Kalau tujuan pembelajaran bersifat motorik (gerak dan aktivitas), maka media film dan video bisa digunakan. Di samping itu, terdapat kriteria lainnya yang bersifat melengkapi (komplementer), seperti: biaya, ketepatgunaan; keadaan peserta didik; ketersediaan; dan mutu teknis.
Read More ->>

Rabu, 04 April 2018

PENDIDIKAN DALAM PEMBELAJARAN

A. Perkembangan Media Pendidikan
  Awal sejarah pendidikan, pendidik/guru merupakan satu-satunya sumber untuk memperoleh pembelajaran. Dalam perkembangan selanjutnya, Sumber belajar itu kemudian bertambah dengan adanya buku. Pada masa lalu kita mengenal tokoh bernama Johan Amos Comenius yang tercatat sebagai orang pertama yang menulis buku bergambar yang ditujukan untuk anak sekolah. Buku tersebut berjudul Orbis Sensualium Pictus (Dunia Tergambar) yang diterbitkan pertama kali pada tahun 1657.
    Penulisan buku itu dilandasi oleh suatu konsep dasar bahwa tidak ada sesuatu dalam akal pikiran manusia, tanpa terlebih dahulu melalui pnginderaan. Dari sinilah para pendidik mulai menyadari perlunya sarana belajar yang dapat memberikan rangsangan dan pengalaman belajar secara menyeluruh bagi peserta didik/siswa melalui semua indera, terutama indera pandang-dengar.
   Masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar abad ke-20, alat visual untuk mengkonkritkan ajaran ini dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal dengan audio visual atau audio visual aids (AVA), maka lahirlah peralatan audio visual pembelajaran. 


   Menurut Arif Sadirman, dkk (2012-9) pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat bantu  audio visual, yang berguna sebagai penyalur pesan dari sumber pesan sampai kepada penerima pesan. 
     Tahun  1955-1970 pendekatan system (System approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pendidikan. Peranan media yang semakin meningkat ini sering menimbulkan kekhawatiran bagi pendidik. namun sebenarnya hal itu tak perlu terjadi, seandainya kita menyadari betapa masih banyak dan beratnya peran pendidik yang lain. Memberikan perhatian dan membimbing secara individu kepada peserta didik, merupakan tugas penting pendidik yang terkadang kurang mendapat perhatian.

B. Kedudukan Media Dalam Sistem Pembelajaran
    Sebelum membahas tentang sistem pembelajaran, kita pahami dulu kata sistem. Sistem adalah suatu totalitas yang terdiri dari sejumlah komponen atau bagian yang saling berkaitan dan saling mempengaruhi satu dengan yang lainnya atau pengertian lain dari sistem yaitu suatu kesatuan komponen yang saling berhubungan untuk mencapai tujuan tertentu

Manfaat Multimedia Pembelajaran
 
Apabila multimedia pembelajaran dipilih, dikembangkan dan digunakan secara tepat dan baik, akan memberi manfaat yang sangat besar bagi para guru dan siswa. Secara umum manfaat yang dapat diperoleh adalah proses pembelajaran lebih menarik, lebih interaktif, jumlah waktu mengajar dapat dikurangi, kualitas belajar siswa dapat ditingkatkan dan prises belajar mengajar dapat dilakukan di mana dan kapan saja, serta sikap belajar siswa dapat ditingkatkan.

Manfaat di atas akan diperoleh mengingat terdapat keunggulan dari sebuah multimedia pembelajaran, yaitu:

  1.  Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh mata, seperti kuman, bakteri, elektron dll.
  2.  Memperkecil benda yang sangat besar yang tidak mungkin dihadirkan ke sekolah, seperti gajah, rumah, gunung, dll.
  3.  Menyajikan benda atau peristiwa yang kompleks, rumit dan berlangsung cepat atau lambat, seperti sistem tubuh manusia, bekerjanya suatu  mesin,  beredarnya planet Mars, berkembangnya bunga dll.
  4. Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh, seperti bulan, bintang, salju, dll.
  5. Menyajikan benda atau peristiwa yang berbahaya, seperti letusan gunung berapi, harimau, racun, dll.
  6. Meningkatkan daya tarik dan perhatian siswa. 





Read More ->>